Pekerjaan di bidang hukum: advokat, hakim, jaksa, notaris, dan staf legal

Untuk lulusan SMA/SMK, D3 dan S1 yang mencari kerja pertama atau pindah kerja. Bandingkan pekerjaan di bidang hukum dan profesi hukum menurut jalur sarjana hukum, ujian profesi, rekrutmen negara, risiko penipuan, dan status data gajinya.

Ringkasan

  • Bidang Hukum punya 5 panduan profesi di KarirAman.
  • 2 di antaranya profesi berizin.
  • Setiap baris menautkan panduan lengkap: tugas, syarat, data gaji, jalur pendidikan, dan modus penipuan.

Bagaimana profesi di bidang Hukum dibandingkan satu sama lain?

Perbandingan profesi di bidang Hukum
ProfesiPendidikan awal yang umumIzin atau sertifikasiRisiko penipuanData gaji yang tersediaCocok untuk
Advokat (Pengacara) S1 Pengangkatan oleh organisasi advokat dan sumpah di Pengadilan Tinggi Risiko penipuan sedang Rujukan kelompok BPS dan upah minimum saja Sarjana hukum yang siap menempuh PKPA, ujian, dan magang dua tahun, serta nyaman berargumentasi untuk klien. penilaian editor
Hakim S1 Tidak ada izin khusus Risiko penipuan sedang Skala gaji resmi pemerintah Sarjana hukum yang siap menempuh seleksi calon hakim, pendidikan panjang, dan penempatan di seluruh Indonesia. penilaian editor
Jaksa S1 Tidak ada izin khusus Risiko penipuan sedang Skala gaji resmi pemerintah Sarjana hukum yang siap ikut seleksi CPNS Kejaksaan, pendidikan pembentukan jaksa, dan penempatan di seluruh Indonesia. penilaian editor
Notaris Pendidikan profesi setelah S1 SK pengangkatan notaris dari menteri di bidang hukum; SK PPAT dari menteri di bidang agraria Risiko penipuan rendah Rujukan kelompok BPS dan upah minimum saja Sarjana hukum yang siap menempuh magister kenotariatan dan magang panjang, serta sangat teliti dengan dokumen. penilaian editor

"Cocok untuk" adalah penilaian editor, bukan syarat resmi. Status data gaji ditulis dengan kata; angkanya ada di halaman setiap profesi bersama sumbernya.

Jenis pekerjaan di Indonesia: tugas, syarat, dan data gaji